-->

Saturday, September 15, 2012

Cara Menyembuhkan Penyakit TBC Secara Alami dengan Vitamin D Sinar Matahari

Cara Menyembuhkan Penyakit TBC Secara Alami dengan Vitamin D Sinar Matahari - Para ilmuwan telah menunjukkan bagaimana dan mengapa vitamin D "sinar matahari" dapat mempercepat pemulihan pasien tuberkulosis (TBC) dan membantu menjelaskan kenapa yang disebut heliotherapy cukup baik namun pada masa lampau, namun kini era pra-antibiotik juga bekerja dengan baik.

Dari akhir 1800-an, sebelum pengembangan antibiotik pada 1930an, pasien TBC sering dikirim ke sebuah tempat di mana mereka dianjurkan untuk menyerap sinar matahari dalam apa yang dikenal dengan heliotherapy atau foto terapi.

Sebuah studi yang dipimpin oleh peneliti Inggris menemukan bahwa dosis tinggi dari vitamin D, yang dibuat di dalam tubuh saat terkena sinar matahari, memberikan pengobatan antibiotik bersama, muncul untuk membantu para pasien pulih lebih cepat dari penyakit paru-paru menular itu.

Temuan itu menunjukkan dosis tinggi dari vitamin meredam respon peradangan tubuh terhadap infeksi, mengurangi kerusakan pada paru-paru, kata Adrian Martineau, pengajar senior tentang infeksi pernapasan dan kekebalan tubuh di Universitas Queen Mary London, yang memimpin studi tersebut.

"Kadang-kadang respon peradangan ini menyebabkan kerusakan jaringan yang mengarah ke rongga paru-paru," ujarnya.

"JIka kita bisa membantu rongga-rongga tersebut untuk sembuh lebih cepat, maka pasien seharusnya terinfeksi untuk jangka waktu yang lebih singkat, dan mereka juga mungkin menderita kerusakan paru-paru yang lebih sedikit."

Para peneliti itu juga mengatakan mereka berpikir kemampuan vitamin D untuk meredam respon peradangan tanpa mengganggu kerja antibiotik yang menunjukkan suplemen berguna bagi pasien yang menggunakan antibiotik untuk penyakit seperti pneumonia, sepsis, dan infeksi paru-paru lainnya.

TBC, yang orang-orang di bagian dunia lain yang lebih kaya sering salah meyakini sebagai sesuatu di masa lampau, terbukti sulit untuk dikalahkan. Pada 2010, penyakit ini menginfeksi 8,8 juta orang di seluruh dunia dan 1,4 juta orang di antaranya meninggal dunia.

Tahan terhadap obat-obatan

Infeksi menghancurkan jaringan paru-paru, menyebabkan pasien mengalami batuk sehingga bakteri dapat menyebar melalui udara dan bisa dihirup oleh orang lain.

Dalam beberapa tahun terakhir, angka TBC yang tahan terhadap obat-obatan menyebar cepat di seluruh dunia, menyebabkan kepanikan di antara pejabat kesehatan publik dan mendorong seruan untuk penelitian baru dan pengobatan yang lebih efektif.

Para peneliti itu, yang studinya diterbitkan oleh Pemerikas Perkara Sains Akademi Nasional pada Senin, membagi 95 pasien TBC yang mamakai pengobatan antibiotik ke dalam dua kelompok. Untuk delapan minggu pertama pengobatan mereka, 44 di antaranya juga diberika vitamin dosis tinggi, sementara itu sisanya mendapatkan plasebo (obat yang dibuat tanpa bahan kimia).

Anna Coussens dari Lembaga Penelitian Kesehatan Institut Nasional Inggris mengukur tanda-tanda peradangan di dalam sampel darah untuk melihat pengaruh vitamin D dalam merespon kekebalan tubuh.

"Kami menemukan bahwa sejumlah besar dari tanda-tanda peradangan ini jatuh lebih jauh dan lebih cepat pada pasien yang menerima vitamin D," katanya.

Para peneliti juga menemukan bahwa Mycobacterium Tuberculosis, bakteri yang menyebabkan TBC, dibersihkan dari dahak batuk dari dalam paru-paru lebih cepat dalam pasien yang mengkonsumsi vitamin D dan mengambil rata-rata 23 hari menjadi tidak terdeteksi di bawah mikroskop dibandingkan dengan 36 hari dengan plasebo.

Martineau mengatakan hal itu terlalu awal untuk merekomendasikan semua pasien TBC menggunakan vitamin D dalam dosis tinggi bersama antibiotik, karena penelitian lebih jauh terhadap kelompok yang lebih besar perlu untuk dilakukan terlebih dahulu.

Previous
Next Post »

1 komentar:

memo jateng delete March 4, 2013 at 11:39 PM

saya masih ragu dengan keterangan dokter saya terkena TBC....mengingat tubuh saya seimbang 60 kg (kalo turun 1 kg naik 2 kg). terakhir dahaku darah segar....bahkan harus diopname sampai 4 hari...setelah ditangani tim dokter semalam akhirnya tidak lagi berdahak darah. mengingat obat-obatan yang diberikan setelah saya pelajari secara medis dalam kandungan obat itu, saya malah menjadi takut. karena afeks sampingnya yang sangat menakutkan itulah, saya hanya terapi dengan avelox, lainnya pakai jamu-jamuan godok. karena dari salah satu obatyang tak konsumsi sampai membuat saya seperti "teracuni" dari obat itu........

Post a Comment